RSS

Arsip

Sampingan

Ketika hujan menyudahi tugasnya
yang tertinggal adalah wewangi tanah yang berbau kenangan
Dan ketika terik mulai datang, sebuah titik terang tanda untuk berjalan
melangkah kedepan, menuju cita dan cinta.

Aku ingin melangkah,
tetapi aku rasa ini masih hujan
walaupun di sana ada matahari yang terus menyemangatiku.

Terkadang rasa jenuh, letih, bimbang, egois masih memelukku sangat erat.
Aku merasa nyaman dan terus merasa nyaman, dipeluknya.

Sesungguhnya apa ini yang kurasakan
rasa ingin berlari namun tetap ditempat.
rasa ingin terbangun namun tertidur.

Jalanku terhenti dalam titik yang sama.
seperti tikus yang terjebak dalam selokan
seperti burung yang terkurung dalam sangkar
dan seperti kerbau yang tercucuk hidung pembajak.

Hati dan otak ini tak selaras lagi menyemangatiku untuk bergerak maju sekalipun.
bahkan membiarkan diri ini tetap nyaman dipelukan kebimbangan.

Wahai matahari,
aku sungguh berdosa padamu
aku sungguh malu padamu
akupun sungguh tak pantas dihari-hari mu
Tapi, aku sungguh sangat membutuhkanmu.

Maafkan aku, Matahari.

Maafkan aku Matahari

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 10, 2014 in Uncategorized