RSS

“Tak Kenal Maka Tak Nebeng”

Dari judul di atas, yang sebenarnya “Tak Kenal Maka Tak Sayang” adalah bentuk plesetan yang mungkin cocok untuk komunitas tebeng-menebeng yang mereka sebut dirinya nebengers.
Mungkin di antara kalian ada yang belum tahu atau mengenal tentang nebengers ini. Singkat cerita, komunitas ini terbentuk dari pemikiran seorang pemuda yang begitu sangat risih akan keberadaan kendaraan yang memenuhi jalanan Ibu Kota, padahal bisa di lihat keberadaan kendaraan tersebut hanya di duduki oleh si pengendara saja. Bagaimana tidak, jalanan akan padat “jika satu orang satu kendaraan” bisa di bayangkan warga Ibu Kota yang jumlah nya jutaan tersebut mempunyai satu kendaraan di masing-masing per-orangnya. Dari situlah Andreas Aditiya membentuk komunitas nebengers tersebut.
Okey, kembali di topik pembicaraan. Saya yang kemarin mengikuti acara kopdar yang diselenggarakan oleh nebengers Bekasi dan Bogor. “Loh, permasalahan utama nya kan berada di Ibu Kota Jakarta, mengapa ada yang dari Bekasi dan Bogor?” Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak kalian. Ya, Bekasi dan Bogor adalah salah satu penyuport keberadaan kendaraan yang ada di Jakarta, mereka orang di luar Jakarta yang bekerja atau hanya sekedar berbisnis di Jakarta. Maka dari itu apa salahnya mereka andil dalam ini. Toh di daerah mereka juga pasti mempunyai problema yang sama dengan Jakarta.
Baik, kembali lagi ke topik pembicaraan. Di acara kopdar itu selain saya ingin berkenalan dengan teman nebengers yang lain, saya pun mencoba memahami bagaimana pandangan mereka tentang nebengers, dan alhasil dari beberapa yang saya perhatikan cerita mereka ada yang sangat merasa beruntung, ada yang sangat senang, bahkan ada yang sampai saat ini belum pernah tebeng-menebeng, padahal dirinya sudah tahu soal nebengers sejak lama. Nah, ini yang menarik. “Kenapa dan Mengapa?” Dan jawabannya adalah soal “Keamanan”.
Ya, memang siapa sih yang tidak takut akan keberadaan orang asing di hadapan kita? Apalagi teruntuk kaum hawa, sangat butuh keputusan extra untuk berbagi kendaraan. Tapi, bagi saya ini tak ada kendalanya jika mereka mencoba saling mengenal terlebih dahulu, mengetahui karakter dan tentang si calon berbagi kendaraannya.
Ya, “tak kenal maka tak sayang” namun jika teruntuk kondisi ini “tak kenal maka tak nebeng” adalah ungkapan yang cocok untuk kaum nebengers.
Tapi, bagaimana jika mau saling nebeng namun belum saling mengenal?
Nah! Maka dari itu nebengers mem-fasilitasi dengan mengadakan acara kopdar, dari situ kalian bisa saling mengenal satu sama yang lain.

Jadi, kenalan aja dulu baru nebeng.
Kalau sudah nebeng, nanti juga timbul rasa sayang. eaaakk!!!!!

So! “Tak Kenal Maka Tak Nebeng”, sayang! :p

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2012 in Social Media

 

Tag:

Bawang Putih, si Super Hero!

Sedikit cerita, pada waktu saya berkunjung ke tempat saudara dengan maksud untuk silaturahmi ada pembelajaran yang saya bisa ambil.
Pada saat itu waktu jam makan siang, masakan para ibu-ibu telah terhidangkan, warna hijau memenuhi di hampir sudut meja makan. Ya, meja makan rata-rata terduduki oleh berbagai macam sayuran, seperti bayam, cah kangkung, urap, pecel, dsb. Saya memilih cah kangkung sebagai teman di piring saya, namun pas suapan pertama ada yang teramat asing, dan saya tahu itu adalah Bawang Putih! dan lidah saya langsung mengintruksikan ke otak agar segera di keluar kan. Kemudian saya meminta izin untuk ke belakang, sesampai di belakang saya pun menguras isi makanan yang berada di mulut saya. Sungguh ironis memang, setelah itu saya kembali ke meja makan dan kembali berhadapan dengan Cah Kangkung yang penuh dengan Bawang Putih.
Saya hanya terdiam dan berfikir apakah saya akan terus memakan bawang putih itu? Tak berfikir lama saya memutuskan untuk, Tidak!. Dengan sedikit alibi saya mengatakan sedang ingin sekali makan Bakso dan meminta sepupu saya Gilang untuk menemani ketempat si penjual bakso di sekitaran rumahnya. Seusai Gilang makan kami lalu bergegas ketempat bakso tersebut. Sesampai disana saya langsung memesan bakso 2 porsi sekaligus. Lapar? Tidak juga sih, hanya karna ingin menetralisir rasa bawang putih yang sejak tadi masih berada di lidah.
Saat sedang menunggu pesanan, saya melihat di samping tempat makan ini ada seorang ibu-ibu yang sedang mengelupas bawang putih, dan yang paling menyebalkan khayalan imajinasi ku bermain, bagaimana jika setumpuk bawang putih itu saya makan mentah-mentah. Oh tidak! Sungguh sangat menyakitkan tentunya.
Dan akhirnya 2 mangkok bakso itu menyapa aku di meja makan, saya langsung memakan bakso itu, dengan penuh kelegaan yang tersirat pada 2 mangkok tersebut. Tak butuh waktu lama, isi kedua mangkok tersebut berpindah ke lambung saya. Sepupu ku Gilang, hanya terbelalak melihatnya.
“Kamu lapar atau gimana, put?” Tanya sepupuku
“Gak juga sih, bro. Cuma pengen ngilangin rasa bawang putih yang gue makan di Cah Kangkung tadi aja.” Jawab ku santai
“Owalah, kamu ngajak aku makan bakso gara-gara gak mau makan yang ber-bau bawang putih? Hahaha” Ledek sepupuku
“Iya, hehehe” saya pun tertawa kecil
“Oh iya, bro. Keluarga lo penggemar bawang putih, ya? Tadi lihat di setiap masakannya kayanya penuh dengan bawang putih deh” tanya saya terheran.
“Iya, keluarga kami sangat menyukai masakan yang disetiap masakannya wajib ber-Bawang Putih.” Sahut sepupuku
“Loh kok bisa? Bawang putih kan gak enak!” Tanyaku terkaget
“Salah! Begini, bawang putih itu selain sebagai penyedap rasa pada masakan, bawang putih juga termasuk obat kesehatan, pun dapat menghambat penuaan. selain itu bawang putih berkhasiat untuk meredakan stress, kecemasan, depresi, sampai dapat mencegah pertumbuhan kanker.” Sepupuku menjelaskan
“Serius? Bisa?” Tanyaku terheran-heran
“Asal kamu tahu loh ya, Bawang putih juga yang menyelamatkan aku dari kanker darah kemarin, jika aku tidak mengkonsumsi makanan yang ber-bawang putih mungkin aku gak bisa temani kamu makan bakso disini.” Sepupuku mencoba menjelaskan kembali.
Dari penjelasan dan cerita Gilang tadi, saya pun merasa sebagai orang yang merugi, karna membenci hal yang sebenarnya baik untuk kita.
Jadi, saya akan mencoba menerima keberadaan si bawang putih di tengah tengah mulut saya. :’)

Bro, Bawang Putih itu Super Hero, ya?!

Posted from WordPress for BlackBerry.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 27, 2012 in Uncategorized

 

Pernah LDR

Kamu tahu ranting daun di pohon kemarau?
ya, itu aku.
Aku yang tak berdaun,
Aku yang tak berbuah.
Aku kering disini,
Aku rentan patah, terombang angin malam.
Tanpamu, tanpa sapa lembutmu, aku tak berarti.

Kini, kamu entah dimana
Seolah-olah kamu dibelahan bumi samudra lain.
Disini aku terus berjalan, pelan, sedikit cepat, sampai berlari.
Sampai akhirnya, aku dapati nafasku terengah-engah.
Aku merintih dalam sepi,
Seperti bocah menangis dalam sedu.

Keluasan langit ini sungguh membuatku meratap,
Aku yakin kamu berada disana,
Walaupun entah dimana.

Sungguh, aku ingin menulis dalam lautan awan itu,
Bahwa “Aku sangat rindu”.
Sehingga kamu dapat membacanya, di langit.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 19, 2012 in Social Media

 

Tag: ,

Kata Resti

Kebahagiannya aku,
Aku lupa kapan terakhir aku sepasrah ini, bukan pasrah sama keadaan, atau pasrah sama waktu, aku pasrah di bahagiakan sama kamu, aku pasrah untuk dijadikan sumber kebahagian sama kamu.

Kesayangannya aku,
Aku lupa terakhir kapan bisa sesayang ini sama orang lain, diluar yang sedarah sama aku, di luar manusia yang sebatin dan ngga pengen aku milikin, yang aku tau, ini sayang, sayangnya aku ke kamu.

Kangennya aku,
Aku lupa gimana rasa kangen sebelum jauh kenal kamu, yang aku ingat, tiap mau tidur dan bangun tidur selalu ada kalimat kalimat kamu yang paling ngga sedikit bantu aku yang kewalahan nampung kangen ke kamu.

Segalanya aku,
Aku kehabisan kata untuk ini, yang aku tau aku mencintai kamu dari hari ke hari, aku bisa berhenti mencintai kamu kalo besok udah ngga ada.

I love you, i love you day by day :*

—-
Sayang, dari tulisanmu itu aku semakin yakin, bahwa cinta itu ada karna tahap dan waktu, dan bahagia itu ada karna ada kamu.
Hari demi hari, sang merah muda bersemi di hari kita.
Dia semakin kuat, dan semakin menguat.
Aku mencintaimu dengan tulus. Jangan protes!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 19, 2012 in Uncategorized

 

Dasar, Anak ingusan!!

“Rony!!!!!! Bangun, sudah pagi!” Ibu ku memanggil memecah mimpi yg sebenarnya tak begitu indah.
Saat ku ingin menyapa ibuku, suara ini pun sulit berucap. Ada apa dengan suaraku? Ada apa dengan tenggorokan ku? Aku serasa terbangun di jaman orde baru yg sulit untuk bersuara, saat dibawah ke-pemimpinan-nya (alm).
Aku memejamkan mata sesaat, lalu dengan tiba-tiba aku mem-batuk-an diri, “UHUKK!!!!!”. Alhasil banyak Lendir yg keluar dari tenggorokan ku.
Aku bergegas ke kamar mandi, untuk membuang dan mencucui muka.
Tiba-tiba beberapa saat kemudian hidung aku pun tak mau kalah, hidung ku lalu menangis (baca: ingusan).
Ada apa dengan ku? Batuk dan Pilek tiba-tiba ber-sekongkol bertamu. Sungguh tak ber-prikesopanan! Assalamualaikum kek atau memberi salam gitu.
Beberapa jam kemudian aku mengalami sakit di kepala. Sudah aku duga, pepatah ini memang ada. “Habis pilek terbitlah Sakit Kepala” seperti sudah ada perjanjian saja.
Aku pun ber-gegas bekerja dengan sisa-sisa tenaga yg aku punya.
Sampai akhir-nya kerjaan ku selesai, aku pun menuju kamar kembali dan menaruh sisa-sisa tulang yg aku punya.
“Ini bukan sakit! Aku hanya kurang sehat.” Aku menggerutu pada diriku sendiri. Dan aku bergegas mandi, seolah tubuh ku tidak ada masalah. Sesaat selesai tiba-tiba badan ku segar. Tapi, tak bertahan lama aku pun ambruk di pangkuan kasur kamarku.
Sampai malam tiba, aku mulai merasakan tubuh ku sulit bergerak, dingin serta panas. “Oh Tuhan apakah ini demam?” Aku terus merengkuk-an badan, seraya memeluk tubuh ku sendiri.
Dan aku terus bergumam, “ini bukan sakit! Aku hanya kurang sehat, dan demam ini adalah fase penyembuhan diriku.”
Beberapa saat kemudian pilek aku hilang, aku senang dan aku benar ini adalah fase penyembuhan. Lalu, tak lama kemudian hidung ini pun berlain sikap, Hidung ku mampet. “Arrrgghhh!!! Kaya jakarta aje lo dung, pake macet segala. Lo butuh gubernur yg kaya gimana emang?” Aku bergumam ngawur. Sampai-sampai kakak aku berkata sambil memasuki kamarku “stress nya kambuh yak? Kesian!” Sambil mengambil charg’s smartphone-nya yg aku pinjam.
Aku sulit tidur, hidung ku tersumbat.
Sambil tidur aku mengotak-atik smartphone-ku dan ternyata aku tertidur. Tapi, sejam kemudian aku terbangun.
Tertidur, dan kembali terbangun. Dan aneh-nya itu tiap 1 jam. Aku lelah, aku letih! Sampai pagi aku pun mencoba bangun kira-kira jam 4 pagi. Seperti hal-nya sunah rosul, “Hiruplah udara sebelum adzan subuh berkumandang, itu bagus untuk pernafasan” kurang lebih seperti itu. Hehe
Benar, hidung aku sudah tak tersumbat lagi. Tapi, kembali menangis (baca: pilek)
Aku heran, “Lendir yg di hidung ini dari mana asalnya? Apa yg menyebabkan lendir itu ada? Kenapa terus menerus ada? Apa yg agar bisa membuat tidak keluar lagi?”
Penasaran aku lalu bertanya kepada om, dan om saya pun menerangkan ternyata:
Pilek sebenarnya adalah reaksi radang pada daerah hidung. Semua radang “akut” ditandai dengan pelebaran pembuluh darah agar sel darah putih mudah ke tempat itu dan membunuh penyebab radang. tapi efek samping dari pelebaran ini adalah lapisan mukosa hidung membengkak dan
berair dan kita merasa buntet. selain itu kelenjar lendir hidung juga aktif memproduksi lendir yang berfungsi sebagai lapisan pelapis yang bertujuan berusaha melepas penyebab radang dari lapisan mukosa.
Nah darimana sih asal ingus itu? sebenarnya ingus itu gak jauh beda sama dahak. coba saja dites!
Mulai dari bentuknya, rasanya yang asin, sampai ke kenyal-
kenyalannya. Nah, mau gak kamu kalau seandainya ingus itu gak dikeluarin dari badan kamu?
Menurut pendapatku ingus itu asalnya dari dalam paru-paru, makanya ada yang keluar lewat hidung (ingus), dan ada juga lewat mulut (dahak).
Tujuan dari ingus juga untuk membuang virus-virus yg ada di sistem pernafasan kita, juga untuk mencegah partikel asing untuk masuk lebih jauh ke sistem pernafasan kita kalau ini cara kerjanya seperti lem serangga yg bentuk stik lemnya adalah ingus trus stiknya adalah bulu hidung, jadi seperti filter.
“Jadi intinya, sa’at kita ingusan itu baik untuk badan kita atau gak sih?” Tanya aku kepada om ku.
“Ah!! Jadi menurut kamu gimana? Dasar anak ingusan!”

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2012 in Lendir Hidung (ingus)

 

Koprol itu Goa

Koprol itu seperti goa, dimana hanya pandangan personal yg melihat goa ini tempat yg nyaman untuk berteduh teman atau tempat yg gelap seakan kesepian di dalam nya.

Namun terkadang diriku pribadi juga pernah mengalami kedua pandangan itu, ya.. kadang goa itu berubah menjadi tempat yg sangat ramai namun sunyi; sepi namun bising.

Tempat apa itu? Begitu banyak cerita yg ku torehkan di tempat itu. Namun esok adalah waktu runtuh nya goa itu. Dan aku harus kemana? Dan dimana? Mencari goa yg sama seperti itu? Mungkin ada.. Namun, apakah ada yg rasa dan tekstur tanah nya seperti goa itu?

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 26, 2012 in Social Media

 

Tag:

“Selamat Pagi”

Pucuk-pucuk perdu berdandan rapi..
Melepas senyum seraya merunduk sopan:
Selamat pagi,
pelayan insani..
Aku pun bergegas bangkit menggelar sajadah kubah dikitari biru langit.
Selamat pagi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 21, 2012 in Uncategorized

 

Tag: