RSS
Sampingan
10 Jan

Ketika hujan menyudahi tugasnya
yang tertinggal adalah wewangi tanah yang berbau kenangan
Dan ketika terik mulai datang, sebuah titik terang tanda untuk berjalan
melangkah kedepan, menuju cita dan cinta.

Aku ingin melangkah,
tetapi aku rasa ini masih hujan
walaupun di sana ada matahari yang terus menyemangatiku.

Terkadang rasa jenuh, letih, bimbang, egois masih memelukku sangat erat.
Aku merasa nyaman dan terus merasa nyaman, dipeluknya.

Sesungguhnya apa ini yang kurasakan
rasa ingin berlari namun tetap ditempat.
rasa ingin terbangun namun tertidur.

Jalanku terhenti dalam titik yang sama.
seperti tikus yang terjebak dalam selokan
seperti burung yang terkurung dalam sangkar
dan seperti kerbau yang tercucuk hidung pembajak.

Hati dan otak ini tak selaras lagi menyemangatiku untuk bergerak maju sekalipun.
bahkan membiarkan diri ini tetap nyaman dipelukan kebimbangan.

Wahai matahari,
aku sungguh berdosa padamu
aku sungguh malu padamu
akupun sungguh tak pantas dihari-hari mu
Tapi, aku sungguh sangat membutuhkanmu.

Maafkan aku, Matahari.

Maafkan aku Matahari

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 10, 2014 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: